Topologi Jaringan : Pengertian dan Macam Macam Topologi

 

Gambar 272. Topologi Jaringan


Pengertian Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah aspek yang harus diperhatikan ketika akan membangun jaringan komputer. Perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan aspek kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis topologi jaringan sebelum memutuskan untuk memilih.

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang topologi jaringan mulai dari pengertian, macam-macam topologi jaringan beserta kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Topologi jaringan adalah suatu cara untuk membuat sejumlah komputer saling berhubungan satu sama lain, baik menggunakan kabel maupun nirkabel. Biasanya, tujuan topologi jaringan adalah demi kenyamanan pertukaran informasi.

Topologi jaringan sering kali dipakai suatu perusahaan, lembaga, atau pun badan institusi agar antaranggota bisa saling melakukan komunikasi dengan cepat dan aman.

Macam-Macam Topologi Jaringan

Metode untuk membuat topologi jaringan memiliki banyak variasi, tergantung pada pilihan dan kebutuhan penggunanya. Masing-masing metode mempunyai kekurangan dan kelebihan. Berikut ini adalah macam-macam topologi jaringan.

1. Topologi Peer to Peer


laptopsiipat.com

Topologi jaringan peer to peer adalah topologi jaringan yang menghubungkan dua komputer dengan satu buah kabel. Bisa dibilang bahwa topologi jaringan jenis ini adalah yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lain.
Setiap komputer di dalam jaringan topologi peer to peer dapat saling berinteraksi tanpa adanya server. Setiap komputer bisa menjadi client dan server secara bergantian.
Kelebihan topologi jaringan peer to peer adalah komunikasi dapat dilakukan tanpa perangkat tambahan seperti hub dan switch, biaya yang diperlukan murah, dan proses instalasi mudah untuk dilakukan.
Kurangnya topologi jaringan peer to peer adalah keamanan data yang kurang terjamin, proses penyimpanan data tergantung dari komputer, sehingga jika komputer mengalami kerusakan, akan mengganggu proses arus data.

2. Topologi Bintang


Topologi jaringan berbentuk star atau bintang adalah jaringan dari beberapa komputer yang memiliki koneksi dengan node yang berada di jaringan pusat. Jadi, masing-masing perangkat memiliki koneksi dengan node yang berada di tengah sistem jaringan.
Banyak perusahaan yang juga memakai sistem topologi seperti ini. Sistem kerja topologi jaringan star adalah dengan menempatkan satu jaringan sebagai pusat segala aktivitas. 
Segala pertukaran data dilakukan dengan melewati jaringan di pusat. Istilah yang sering digunakan dalam informasi teknologi, yakni jaringan disebut stasiun primer dan node yang terkoneksi disebut sebagai stasiun pusat sekunder. 
Ciri-ciri topologi jaringan star adalah setiap node terkoneksi langsung dengan server pusat, aliran data mengalir dari node kemudian ke server pusat lalu diarahkan ke node yang dituju. Jika ada kerusakan pada salah satu node, keseluruhan jaringan akan tetap baik-baik saja.
Topologi jaringan star juga bisa dirakit dengan kabel yang lebih rendah karena hanya melayani satu lalu lintas, yakni ke arah pusat server. Seringnya, tipe kabel yang dipakai adalah UPT dengan konektor RJ 45. 
Cara kerja topologi jaringan star adalah dengan merancang beberapa jaringan komputer untuk terhubung dengan pusat yang disebut hub atau switch. Kemudian, jaringan yang berada di pusat akan menjadi semacam server sentral. 
Switch, sebagai salah satu perangkat di server pusat akan menyimpan semua aliran data dari node sebagai daftar CAM (Content Addressable Memory) pada memori yang tersedia. CAM berfungsi untuk menyimpan semua alamat perangkat yang terhubung dengan switch.
Berikut ini adalah kelebihan sistem topologi jaringan star.
  1. Mudah untuk dirancang.
  2. Kebingungan yang tinggi karena proses penambahan atau pengurangan jaringan komputer tidak akan mengganggu arus informasi.
  3. Lebih mudah untuk menemukan sumber permasalahan jika terdapat gangguan di salah satu node.
Berikut ini adalah kekurangan sistem topologi jaringan star.
  1. Perangkat pusat menjadi penentu utama keberlangsungan seluruh sistem. Sehingga, kerusakan jaringan pusat akan menyebabkan sistem komunikasi secara keseluruhan menjadi terhambat.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan instalasi jenis ini cukup tinggi karena membutuhkan banyak kabel. Setiap satu jaringan komputer terhubung langsung menuju server pusat dan membutuhkan server dengan kinerja tinggi.

3. Topologi Pohon






steemitimages.com

Topologi jaringan berbentuk pohon (pohon) merupakan bentuk gabungan dari sistem topologi bus dan star, di mana jaringan topologi bus menjadi konektor utama beberapa topologi star.
Jika diibaratkan dengan bentuk seperti pohon, topologi bus adalah batang utama yang menghubungkan beberapa topologi star sebagai mengomelnya. 
Topologi tree sangat cocok untuk dipakai membangun jaringan yang terdiri dari banyak komputer. Karena bentuk jaringannya yang mirip dengan pohon, topologi jenis jaringan ini juga bisa disebut dengan topologi bertingkat.
Ciri-ciri topologi jaringan tree adalah memiliki kabel utama sebagai beberapa penghubung di jaringan star, memiliki tingkatan atau hierarki, komunikasi dalam jaringan dilakukan melalui hub, dan memiliki hub sebagai server pusat pengatur arus informasi.
Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan tree.
  1. Sesuai dengan kebutuhan jaringan komputer dalam skala besar. 
  2. Pengembangan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Jika salah satu stasiun sekunder mengalami kerusakan, tidak akan mengganggu keseluruhan sistem.
  4. Arus informasi data dilakukan secara point to point.
Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan tree.
  1. Seluruh jaringan akan tergantung dengan kabel penghubung utama.
  2. Peran hub cukup penting sehingga jika terjadi kerusakan, akan menyebabkan pengaruh yang besar pada topologi sistem.
  3. Sistem hierarki membuat jaringan yang berada di hierarki bawah mempengaruhi kerusakan sistem yang berada di atasnya.
  4. Perawatan jaringan cukup sulit untuk dilakukan.
  5. Biaya yang diperlukan untuk membangun model topologi ini cukup mahal.
  6. Instalasi topologi tree cukup sulit untuk dilakukan.
  7. Memiliki kemungkinan besar untuk terjadi tabrakan pada kabel utama.

4. Topologi Ring



Ini adalah metode topologi jaringan yang banyak digunakan di perusahaan. Sesuai dengan namanya, metode ini menghubungkan antarkomputer dengan cara membentuk rangkaian seperti sebuah lingkaran.
Untuk membuat jaringan berbentuk lingkaran tertutup seperti sebuah cincin, setiap komputer perlu dihubungkan secara seri satu sama lain. Sistem topologi jaringan berbentuk ring dibuat untuk bisa saling berinteraksi dalam keadaan dekat atau jauh. 
Ciri khusus topologi ring adalah menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable membentuk jaringan menyerupai lingkaran sederhana yang terdiri dari beberapa node yang disusun secara seri. Pergerakan data berjalan satu arah sehingga tidak ada kemungkinan untuk panggilan.
Cara kerja topologi jaringan ring dijelaskan sebagai berikut.
  1. Setiap node pada sentral memiliki penguatan sinyal di kedua sisinya. Sehingga, setiap perangkat saling bekerja sama untuk memperkuat sinyal. Alat bernama token akan membantu saat proses penerimaan dan penerusan sinyal. 
  2. Token juga berfungsi sebagai pengantar data jika dibutuhkan oleh suatu node.
    Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan berbentuk ring.
    1. Mudah untuk dirancang.
    2. Untuk tingkat rangkaian sederhana, topologi ring termasuk lebih bagus daripada pilihan lain seperti topologi jaringan bus.
    3. Mudah untuk melakukan instalasi baru.
    4. Penggunaan kabel yang hemat.
    5. Kecepatan aliran data lebih tinggi. 
    6. Tidak memiliki risiko tabrakan karena aliran data berjalan dengan satu arah.
    Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan berbentuk ring.
    1. Jika ada kerusakan di satu sisi, keseluruhan sistem akan terganggu.
    2. Kecepatan aliran data tergantung dari banyaknya jumlah node di dalam jaringan. Jadi, tipe topologi ini tidak cocok digunakan untuk sistem yang memiliki banyak jaringan.
    3. Sinyal semakin lemah jika node yang dituju jaraknya cukup jauh.
    4. Proses untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringan mempengaruhi keseluruhan sistem.


      5. Topologi Mesh


      ad-net.com.tw
      Topologi jaringan mesh atau jala adalah sistem topologi di mana koneksi antar komputer saling terhubung secara langsung satu sama lain. Koneksi antarkomputer secara langsung seperti ini disebut dedicated link.
      Pada umumnya, jenis topologi jaringan seperti ini diperuntukkan pada sistem topologi yang memiliki sedikit perangkat komputer. Jaringan topologi mesh dapat meningkatkan kecepatan proses transfer data karena langsung dikirim menuju komputer yang dituju tanpa perantara.
      Ciri-ciri topologi mesh yang paling terlihat adalah menggunakan banyak kabel karena koneksi langsung terhubung antarkomputer. Selain itu, topologi mesh biasanya memiliki lebih dari dua port I/O, serta memiliki konfigurasi yang berbeda pada setiap node.
      Cara kerja topologi mesh sangat sederhana karena data yang dikirim langsung menuju node yang ditujukan. Kabel yang saling terhubung antarkomputer membuat arus data informasi berlangsung dengan cepat.
      Berikut ini adalah kelebihan topologi mesh.
      1. Dengan dedicated link, data yang ditransfer mengalir lebih cepat ke komputer yang dituju.
      2. Kerusakan salah satu komponen tidak akan mempengaruhi komponen jaringan yang lain.
      3. Keamanan data terjamin dibandingkan dengan jenis topologi lainnya.
      4. Mudah mengidentifikasi sumber kerusakan jika terjadi gangguan.
      Berikut ini adalah kekurangan sistem topologi mesh:
      1. Menggunakan banyak kabel dan port I/O.
      2. Proses instalasi jaringan cukup sulit untuk dibangun.
      3. Biaya yang diperlukan menjadi lebih tinggi.

      6. Topologi Hybrid




      orosk.com
      Topologi jaringan jenis hybrid merupakan gabungan dari dua atau lebih jenis topologi jaringan yang berbeda. Biasanya, topologi seperti ini digunakan pada perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain.
      Berikut ini adalah kelebihan topologi hybrid.
      1. Fleksibel dan efisien karena dapat memadukan tipe topologi jaringan yang berbeda tanpa perlu melakukan perombakan.
      2. Tipe jaringan bisa disesuaikan dengan tujuan tertentu.
      3. Kecepatan jaringan cukup stabil. 
      Berikut ini adalah kekurangan topologi hybrid.
      1. Biaya pengelolaan dan perawatan menjadi cukup tinggi karena skema topologi gabungan cukup rumit.
      2. Instalasi jaringan cukup sulit untuk dibangun.
      3. Jaringan tipe ini membutuhkan perangkat jaringan yang cukup banyak, yaitu hub, switch, router, access point, LAN card, dan wireless card.

      7. Topologi Linear

      laptopsiipat.com

      Topologi jaringan linear disebut juga topologi runtut. Topologi linear dirangkai dengan urut menggunakan kabel utama yang dihubungkan pada setiap titik yang terdapat dalam komputer. 
      Ciri utama topologi linear adalah memiliki skema yang serupa dengan topologi bus dan menggunakan konektor BNC serta kabel RJ 58.
      Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan linear:
      1. Mudah dalam melakukan pengembangan jaringan.
      2. Efisien dalam pemakaian kabel sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi rendah. 
      3. Skema jaringan sederhana dan mudah untuk dibangun.
      4. Proses penambahan atau pengurangan terminal tidak mengganggu sistem yang sedang berjalan.
      Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan linear.
      1. Potensi untuk terjadi tabrakan cukup tinggi. Oleh karena itu, topologi jenis ini hanya sesuai untuk jaringan komputer dalam skala kecil.
      2. Keamanan data kurang terjamin.
      3. Jika ada penambahan jumlah pengguna, proses transfer data akan menjadi lamban.
      4. Wajib menggunakan perangkat tambahan seperti repeater untuk koneksi jarak jauh dan terminator.
      5. Ada batasan maksimal jumlah node yang bisa tersambung dalam satu topologi sistem.
      6. Rusaknya kabel penghubung utama akan membuat keseluruhan sistem akan rusak.
      7. Sulit untuk mendeteksi kerusakan jika terjadi masalah.



      Topologi Jaringan : Pengertian, Macam Macam Topologi & Kelebihan Kekurangannya

      Comments

      Popular posts from this blog

      Sejarah Blogger Pertama Dunia: Nama, Platform, dan Kontribusi